Oleh Imam Fauzi Sidiq
Namanya sangat asing di telinga, padahal sangat berpengaruh sebagai orang pertama yang mendirikan sekolah guru bumiputera.
Dalam dunia pendidikan tentunya kita amat sangat mengenal Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan karena pada tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional. Dia mendirikan Sekolah Taman Siswa 1922 dan juga menciptakan semboyan “Tut Wuri Handayani” (di belakang memberi dorongan) menjadi semboyan kementerian pendidikan pertama tersebut.
Pria yang lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, tahun 1893 diangkat menjadi anak oleh Marah Sutan seorang pendidik dan intelektual ternama dan Andung Chalijah, kemudian dibawa pindah ke Sumatera Barat lalu pindah ke Batavia tahun 1912 dan aktif dalam Indische Partij. Pada tahun 1922 menuntut ilmu keguruan di Negara Belanda dengan tujuan agar Syafei bisa membuka sekolah untuk kaum bumiputera. Syafei akhirnya mendirikan sekolah Indonesische Nederland School (INS) pada tanggal 31 Oktober 1926 di Desa Kayutanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sekolah ini didirikan sebagai reaksi terhadap sistem pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintahan Hindia Belanda. (M. Syafei, Sejarah INS Kayu Tanam, Harian Angkatan Bersenjata Edisi Padang, 2 November 1996, hal.1)
Berbeda dengan semboyan Ki Hajar Dewantara, Syafei memiliki semboyan “Cari sendiri dan Kerja sendiri” dalam buku Aliran-aliran Baru Dalam Pendidikan dan Pengajaran, Percetakan Dagang Usaha, Payakumbuh,1958. Mohammad Syafei berusaha mendidik anak dapat berdiri sendiri dalam keadaan yang bagaimanapun. Tujuan ini merupakan bentuk reaksi untuk membuat warga agar merdeka, sanggup berdiri sendiri, dan bebas dari ketergantungan kepada bangsa lain.
Sumber
- M. Syafei, Sejarah INS Kayu Tanam, Harian Angkatan Bersenjata: Edisi Padang, 2 November 1966, hal. 1
- Aliran-aliran Baru dalam Pendidikan dan pengajaran, Percetakan Dagang Usaha,Payakumbuh, 1958, hal. 91
Penulis : Imam Fauzi Sidiq
Editor : Tom Jones Malau

